Tempat Ini Tidak Bisa Dihuni Akibat Ulah Manusia, Kenapa?

Tempat Ini Tidak Bisa Dihuni Akibat Ulah Manusia, Kenapa? - Manusia dikenal sebagai makhluk paling cerdas di Bumi. Berkat kepandaiannya, manusia berhasil menciptakan berbagai peralatan untuk memudahkan kebutuhan manusia dan melakukan hal-hal yang mustahil dilakukan oleh makhluk hidup lainnya. Namun terkadang, manusia terpancing untuk bertindak terlalu jauh, sehingga kerusakan yang mereka tinggalkan menyebabkan sejumlah tempat di Bumi menjadi tempat yang tidak lagi layak untuk dihuni. Berikut ini adalah contoh tempat-tempat tersebut.

Pulau-Pulau Antraks

Tempat Ini Tidak Bisa Dihuni Akibat Ulah Manusia, Kenapa?

Antraks adalah nama dari penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Penyakit ini amat ditakuti karena bisa menginfeksi aneka bagian tubuh dan memiliki resiko kematian bagi korbannya. Oleh karena itulah, antraks sempat dikembangkan sebagai senjata biologis dan percobannya dilakukan di tempat yang terisolasi supaya bakterinya tidak menyebar.

Di dunia ini, ada 3 pulau yang pernah dijadikan sebagai tempat percobaan antraks. Ketiga pulau tersebut masing-masingnya pernah digunakan oleh Inggris, Uni Soviet, dan Amerika Serikat.

Pulau Gruinard adalah sebuah pulau kecil yang terletak di lepas pantai Skotlandia, Inggris Raya. Pulau tersebut sebagai tempat menguji coba antraks oleh militer Inggris semasa Perang Dunia II. Sebagai akibatnya, pulau tersebut sempat tidak bisa dihuni oleh manusia hingga akhir abad ke-20 karena dipenuhi oleh spora bakteri antraks.

Pulau untuk keperluan percobaan antraks bukan hanya terletak dilaut lepas. Pulau Vozrozhdeniya adalah nama dari suatu pulau yang terletak di Laut Aral, danau raksasa yang terletak di perbatasan Kazakhstan dan Uzbekistan.

Saat Uni Soviet masih berdiri, pulau tersebut pernah digunakan oleh Uni Soviet untuk uji coba senjata biologis pada tahun 1950-an. Sahabat anehdidunia.com pulau Vozrozhdeniya sekarang sudah “menghilang” karena menyusutnya Laut Aral akibat kekeringan dan pengalihan jalur sungai menyebabkan pulau tadi kini menyatu dengan daratan yang ada di tepi laut Aral.

Untuk kasus Amerika Serikat, mereka melakukan percobaan senjata biologisnyadi Pulau Plum yang letaknya tidak jauh dari New York. Pulau tersebut kini hendak dijual oleh pemerintah Amerika Serikat, namun adanya kekhawatiran mengenai sisa-sisa bakteri antraks yang mengendap di sana menyebabkan rencana penjualannya masih belum bisa terlaksana.

Baca Juga:
Atol Bikini

Bom Atom bikini Atol 1946

Atol adalah sebutan untuk pulau yang terbentuk dari gugusan terumbu karang. Salah satu atol paling terkenal di dunia adalah kepulauan atol Bikini yang terletak di Samudera Pasifik. Namun sayangnya atol tersebut terkenal bukan karena hal yang positif.

Di Atol Bikini sejak tahun 1940-an, Amerika Serikat pernah melakukan percobaan meledakkan bom nuklir. Sebelum percobaan dilakukan, penduduk di Kepulauan Bikini dipindahkan secara paksa.

Dimulai sejak tahun 1946, pemerintah AS total sudah melakukan 67 percobaan nuklir di Kepulauan Bikini dan Kepulauan Marshall. Sebanyak 23 di antaranya mengambil tempat di Kepulauan Bikini.

Pada tanggal 1 Maret 1954, AS meledakkan bom hidrogen Bravo, sebuah bom nuklir dengan bobot 15 megaton dan daya ledak 1.000 kali lebih besar dibandingkan bom atom yang pernah dijatuhkan di Hiroshima. Akibat ledakan bom Bravo, sebanyak 3 pulau yang terdapat di Kepulauan Bikini mengalami kehancuran. 

Rangkaian percobaan nuklir yang dilakukan di Kepulauan Bikini menyebabkan kepulauan tersebut tidak bisa lagi dihuni manusia dengan aman. Namun ternyata Kepulauan Bikini bukanlah kepulauan yang tidak benar-benar berpenghuni. Sahabat anehdidunia.com di gugus kepulauan kecil tersebut, terdapat sejumlah orang yang bertugas melakukan pemeriksaan kadar radiasi di Bikini secara berkala.

Karena Kepulauan Bikini sekarang sudah tidak lagi digunakan sebagai tempat percobaan nuklir, pemerintah AS kini sedang mencari cara supaya penduduk asli kepulauan tersebut bisa kembali menghuni Bikini. 

Namun masih tingginya kadar radiasi dan unsur strontium-90 menyebabkan penduduk asli Kepulauan Bikin masih belum bisa kembali ke tanah asalnya hingga sekarang. Strontium merupakan senyawa yang amat berbahaya bagi manusia karena bisa menyebabkan korbannya mengalami kanker darah dan kanker tulang.

Baca Juga:
Picher

Kota Picher

Picher adalah nama dari sebuah negara kecil yang terletak di negara bagian Oklahoma, Amerika Serikat. Pada suatu masa, kota kecil ini dihuni oleh 20.000 orang di mana sebanyak 14.000 di antaranya berprofesi sebagai pekerja tambang. Namun ironisnya, aktivitas penambangan yang mereka lakukan kelak menjadi penyebab kenapa kota ini sekarang jadi kota mati.

Penduduk kota Picher pada awalnya menggantungkan hidupnya dari aktivitas penambangan timah dan zinc yang memang banyak ditemukan di daerah tersebut. Namun seiring berjalannya waktu, akibat maraknya aktivitas penambangan ilegal dan buruknya sistem penanganan limbah, kota ini sekarang sudah tidak layak lagi dihuni oleh manusia.

Endapan logam berat sekarang mengkontaminasi tanah dan sumber air di kota tersebut. Jika air tanah dari wilayah tersebut sampai dikonsumsi oleh manusia, maka orang yang mengkonsumsinya bisa tewas akibat keracunan timah atau mengalami gangguan fisik yang tidak wajar.

Menurut riset yang dilakukan oleh korps militer, sebanyak 86 persen bangunan yang ada di Picher berada dalam kondisi rapuh dan bisa runtuh sewaktu-waktu. Jika itu masih belum cukup mengkhawatirkan, sebanyak 34 persen anak-anak yang tinggal di Picher dilaporkan menderita keracunan timah.

Supaya tidak ada lagi korban yang timbul akibat limbah logam, pemerintah AS kemudian membeli lahan kota Picher dan memindahkan penduduk Picher secara besar-besaran. Karena hampir semua penduduk menuruti ajakan tersebut, Picher kini tidak ada bedanya dengan kota mati yang sepi dan mencekam.

Tahun 2008, kota Picher mengalami kehancuran lebih jauh setelah angin tornado memporakporandakan sebagian rumah di Picher. Hanya berselang beberapa tahun kemudian, penghuni terakhir dari Picher menghembuskan napas terakhirnya.
Chernobyl

Chernobyl

Salah satu bencana kecelakaan nuklir terparah di dunia pernah terjadi di Reaktor Nuklir Chernobyl pada tahun 1986. Kendati tidak berhasil mencegah timbulnya bencana, keberadaan sistem darurat otomatis menyebabkan radiasidi Chernobyl tidak akan menyebar hingga terlalu jauh.

Ledakan reaktor Chernobyl diduga terjadi akibat fasilitas dalam reaktor yang sudah usang. Sebagai akibatnya, ketika terjadi insiden, radiasinya tidak sampai menyebar hingga ke Eropa Barat dan Asia Tinur.

Saat kebocoran reaktor terjadi, sebanyak 31 orang tewas akibat terpapar radiasi. 28 di antara mereka adalah petugas pemadam kebaran dan staf reaktor yang sedang bersusah payah mencoba menutup reaktor supaya ledakannya tidak terlampau besar.

Seusai insiden, daerah yang berada dalam radius 30 km kini ditetapkan sebagai zona yang tidak boleh ditinggali oleh manusia. Sahabat anehdidunia.com warga sekitar reaktor beramai-ramai dipindahkan. Saking tingginya kandungan bahan radioaktif di tempat ini, hutan Chernobyl diperkirakan masih akan terkontaminasi oleh nuklir hingga 20.000 tahun mendatang.

Kendati begitu, nyatanya tetap ada yang tertarik melakukan kunjungan langsung ke bekas reaktor karena mereka ingin melihat sendiri seperti apakah lokasi terjadinya salah satu bencana nuklir terdahsyat dalam sejarah manusia. Lokasi bencana Chernobyl sendiri sebenarnya masih bisa dikunjungi jika mereka yang melakukan kunjungan sudah mengenakai pakaian pelindung khusus dan peralatan penunjang lainnya. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tempat Ini Tidak Bisa Dihuni Akibat Ulah Manusia, Kenapa?"